Penyebab Tembok Retak di Sekitar Kusen & Jendela Aluminium (Dan Cara Mencegahnya)
Penyebab Tembok Retak di Sekitar Kusen & Jendela Aluminium (Dan Cara Mencegahnya)
![]() |
| Penyebab Tembok Retak di Sekitar Kusen & Jendela Aluminium (Dan Cara Mencegahnya) |
Dalam proyek bangunan, salah satu masalah yang sering muncul setelah pemasangan kusen atau jendela aluminium adalah tembok retak atau pecah di sekitar kusen. Banyak orang mengira ini karena kualitas tembok yang buruk atau bahan bangunan yang jelek. Padahal di lapangan, lebih dari 90% kasus terjadi karena kesalahan proses pekerjaan di proyek.
Artikel ini akan membahas secara sistematis:
Penyebab utama tembok retak
Kesalahan yang sering terjadi di proyek
Cara mencegah agar tembok tetap rapi dan tidak pecah
Bahasannya dibuat dengan bahasa yang ringan, praktis, dan berdasarkan pengalaman di lapangan.
Kenapa Tembok Bisa Retak di Sekitar Kusen Aluminium?
Secara teknis, kusen aluminium dan tembok memiliki karakter material yang berbeda.
Aluminium → keras, kaku, tidak menyerap air
Tembok → semen, bata, atau hebel yang lebih rapuh dan bisa menyusut
Ketika dua material ini bertemu tanpa metode pemasangan yang benar, tegangan akan muncul di area sambungan. Inilah yang akhirnya menyebabkan tembok retak.
7 Penyebab Utama Tembok Retak di Sekitar Kusen Aluminium
![]() |
| Penyebab Tembok Retak di Sekitar Kusen & Jendela Aluminium (Dan Cara Mencegahnya) |
1. Tidak Ada Celah Ekspansi
Kesalahan paling sering.
Di proyek, banyak tukang memasang kusen aluminium langsung mepet dengan pasangan bata atau plester tanpa memberikan ruang toleransi.
Akibatnya:
Saat bangunan bergerak
Saat suhu berubah
Saat material mengembang atau menyusut
Tekanan langsung terjadi pada tembok.
Hasilnya:
tembok pecah di sisi kusen.
Idealnya harus ada celah sekitar 5–10 mm yang kemudian diisi sealant.
2. Tidak Menggunakan Sealant Elastis
Banyak proyek hanya menggunakan:
semen
mortar
acian
Padahal sambungan kusen aluminium harus menggunakan sealant elastis seperti:
silicone sealant
polyurethane sealant
Kenapa?
Karena sealant bisa mengikuti pergerakan bangunan tanpa merusak tembok.
3. Tidak Menggunakan Angkur / Anchor yang Benar
Kusen aluminium harus dipasang menggunakan anchor atau dynabolt yang cukup.
Kesalahan di proyek biasanya:
anchor terlalu sedikit
jarak anchor terlalu jauh
hanya ditempel mortar
Akibatnya kusen bisa bergerak saat:
pintu dibuka
jendela ditutup
ada getaran bangunan
Gerakan kecil ini lama-lama menarik plester tembok hingga retak.
4. Struktur Bangunan Bergerak
Pada bangunan baru, pergerakan struktur sangat normal.
Contoh:
penurunan pondasi
penyusutan beton
getaran bangunan
Jika sambungan kusen tidak fleksibel, tembok di sekitarnya akan menjadi titik retak pertama.
5. Plester Terlalu Tipis di Sekitar Kusen
Di banyak proyek perumahan, tukang sering merapikan plester di sekitar kusen dengan lapisan sangat tipis.
Masalahnya:
plester tipis sangat mudah retak ketika terkena tekanan kecil.
6. Tidak Menggunakan Wiremesh atau Fiberglass Tape
Pada proyek yang rapi, biasanya digunakan:
wiremesh kecil
fiberglass mesh
di area sambungan tembok dan kusen.
Tujuannya:
menyebarkan tegangan supaya tidak fokus pada satu titik.
Jika tidak ada, retakan akan muncul tepat di garis kusen.
7. Pemasangan Kusen Dilakukan Setelah Plester Jadi
Ini juga sering terjadi di proyek.
Urutan yang salah:
tembok diplester dulu
kusen dipasang belakangan
Akibatnya tukang harus membobok plester, dan kualitas sambungan menjadi buruk.
Pengalaman Lapangan (Real Case)
Di beberapa proyek perumahan yang kami tangani, retak di sekitar kusen aluminium hampir selalu terjadi karena dua hal:
1️⃣ kusen dipasang terlalu mepet dengan tembok
2️⃣ tidak ada sealant elastis
Bahkan pada proyek dengan material mahal sekalipun, jika metode pemasangannya salah, retak tetap muncul dalam waktu 3–6 bulan setelah bangunan ditempati.
Sebaliknya, pada proyek yang menggunakan:
celah ekspansi
sealant
anchor yang benar
tembok tetap rapi bahkan setelah bertahun-tahun penggunaan.
Cara Mencegah Tembok Retak di Sekitar Kusen Aluminium
Berikut metode yang biasa digunakan di proyek profesional.
1. Berikan Celah 5–10 mm
Jangan pasang kusen terlalu mepet dengan tembok.
Selalu beri ruang ekspansi.
2. Gunakan Sealant Elastis
Isi celah menggunakan:
silicone sealant
PU sealant
Bukan semen.
3. Gunakan Anchor yang Cukup
Idealnya:
setiap 60–80 cm ada anchor
minimal 3 titik per sisi kusen
4. Gunakan Mesh di Area Sambungan
Tambahkan:
fiberglass mesh
wiremesh kecil
di plester sekitar kusen.
5. Urutan Kerja yang Benar
Urutan terbaik:
pasangan bata
pasang kusen
plester tembok
finishing sealant
Q&A (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
Q: Apakah tembok retak berarti kusen aluminium jelek?
Tidak.
Dalam banyak kasus, masalahnya ada pada metode pemasangan, bukan kualitas kusen.
Q: Apakah retakan ini berbahaya?
Biasanya tidak berbahaya secara struktur, tetapi mengganggu estetika dan bisa menyebabkan kebocoran air.
Q: Apakah retakan bisa diperbaiki?
Bisa.
Biasanya dilakukan dengan:
membuka retakan
mengisi sealant
finishing ulang plester dan cat
Q: Apakah semua bangunan pasti retak?
Tidak selalu.
Jika metode pemasangan benar, retakan bisa diminimalkan bahkan hampir tidak terjadi.
Kesimpulan
Sebagian besar retak di sekitar kusen aluminium sebenarnya bukan masalah material, melainkan kesalahan teknis di proyek.
Dengan metode pemasangan yang benar seperti:
memberikan celah ekspansi
menggunakan sealant elastis
anchor yang cukup
urutan pekerjaan yang tepat
masalah ini bisa dihindari atau diminimalkan secara signifikan.
Butuh Kontraktor Profesional?
![]() |
| Penyebab Tembok Retak di Sekitar Kusen & Jendela Aluminium (Dan Cara Mencegahnya) |
AGM Contractor adalah kontraktor terpercaya yang menangani berbagai pekerjaan bangunan, termasuk:
Manajemen proyek umum
Struktur
Pekerjaan sipil
MEP (mekanikal, elektrikal, dan plumbing)
Finishing
Interior
Lanskap
Atap
Demolisi
Sistem keamanan
Kami memastikan setiap proyek berjalan lancar, sesuai anggaran, tepat waktu, dan dengan kualitas terbaik.
📩 Email: adlygrantmandiri@gmail.com
📞 Phone / WA: 0812-1716-2328


